Telah kuletakkan sepasang sayapku di bumimu
Telah dengan hina keluar aku dari rumahmu
Hanya karena dia si kelam menjijikkan silumpur atau apalah
Telah ku tapakkan kakiku yang mulia ini ke bumimu yang penuh najis.
Penuh hina kau buat aku
Hanya karena dia si kelam menjijikkan si lumpur atau apalah
Kita dulu begitu dekat, kau begitu agung dan aku bangga bisa menjadi pemujamu
Kita dulu begitu hangat, begitu tanpa batas
Hanya karena dia si kelam menjijikkan si lumpur atau apalah
Kau usir dan kau hinakan aku ditempat yang menjijikan ini
Sekarang dengan begitu hina kau berpaling tanpa mau melihatku
Jangankan mengunjungiku, memanggilkupun kau enggan
Begitu besarkah salahku tuanku, sampai kau buat aku begini
Tak bisakah aku naik banding ..tak bisakah
Seandainya kau mau, aku akan bersujud meminta ampun kepada mu
Seratus, seribu bahkan berjuta2 tahun kedepan
Atau kau mau aku kelilingi langitmu bumimu bintang2mu
Atau kau minta aku mengangkat bumimu langitmu
Atau menghitung pasir, menghitung bintang dan airmu lalu dikali dua dikali 3 dan diakarkan 11
Tuanku berikan aku soal tersulitmu, biar sampai mengelupas kulitku , mengerut keningku, pecah pikirannku
Tuanku lakukan apa maumu berikan perintahmu ku kan turut dan patuh
Tapi jangan gantikan sayangmu hanya untuk dia si kelam menjijikkan si lumpur itu
Tuanku pungut aku kembali, tarik aku kembali biarkan aku memujamu lagi
Tuanku jangan lagi hinakan aku seperti ini
Biarkan aku kembali ...
Tuanku zat maha kekal, mulia semulianya
Liat aku tuanku.. apa kurangku apa lebih dia
Aku lebih terang darinya, aku lebih mulia darinya
Jelas aku lebih harum dan lebih dulu memujamu
Tuanku liat liat saja
Silumpur itu mengkhianatimu melanggar perintahmu,
Tuanku liat itu si lumpur itu berebut saling membunuh
Tuanku liat itu si lumpur itu saling memaki,
Tuanku liat itu si lumpur itu menjalankan laranganmu menjauhi perintahmu
Tuanku jika memang kau tak mengampuniku
Biarkan aku menjadi tak tampak oleh si lumpur
Biarkan aku meresap ke dalam darahnya .. dekat dengan nadi dan jantungnya
Ijinkan ijinkan aku berbaur dalam hatinya
Jadi tak mau aku sendiri di kawah itu sendiri
Tuanku kau akan liatt silumpurr itu akan mejadi pemujaku
dan tuanku aku tak mendendamu,, tak berani aku,
Tak sanggup aku menahan cemburu ini pada dia si kelam menjijikkan si lumpur itu
Tuanku biarkan aku kekal sampai nanti akhir tiba
Tuanku ya tuanku matikan aku dan biarkan nanti jika dirimu mau ...
Ijinkan aku bersujud sekali lagi dibawah kuasamu
Telah dengan hina keluar aku dari rumahmu
Hanya karena dia si kelam menjijikkan silumpur atau apalah
Telah ku tapakkan kakiku yang mulia ini ke bumimu yang penuh najis.
Penuh hina kau buat aku
Hanya karena dia si kelam menjijikkan si lumpur atau apalah
Kita dulu begitu dekat, kau begitu agung dan aku bangga bisa menjadi pemujamu
Kita dulu begitu hangat, begitu tanpa batas
Hanya karena dia si kelam menjijikkan si lumpur atau apalah
Kau usir dan kau hinakan aku ditempat yang menjijikan ini
Sekarang dengan begitu hina kau berpaling tanpa mau melihatku
Jangankan mengunjungiku, memanggilkupun kau enggan
Begitu besarkah salahku tuanku, sampai kau buat aku begini
Tak bisakah aku naik banding ..tak bisakah
Seandainya kau mau, aku akan bersujud meminta ampun kepada mu
Seratus, seribu bahkan berjuta2 tahun kedepan
Atau kau mau aku kelilingi langitmu bumimu bintang2mu
Atau kau minta aku mengangkat bumimu langitmu
Atau menghitung pasir, menghitung bintang dan airmu lalu dikali dua dikali 3 dan diakarkan 11
Tuanku berikan aku soal tersulitmu, biar sampai mengelupas kulitku , mengerut keningku, pecah pikirannku
Tuanku lakukan apa maumu berikan perintahmu ku kan turut dan patuh
Tapi jangan gantikan sayangmu hanya untuk dia si kelam menjijikkan si lumpur itu
Tuanku pungut aku kembali, tarik aku kembali biarkan aku memujamu lagi
Tuanku jangan lagi hinakan aku seperti ini
Biarkan aku kembali ...
Tuanku zat maha kekal, mulia semulianya
Liat aku tuanku.. apa kurangku apa lebih dia
Aku lebih terang darinya, aku lebih mulia darinya
Jelas aku lebih harum dan lebih dulu memujamu
Tuanku liat liat saja
Silumpur itu mengkhianatimu melanggar perintahmu,
Tuanku liat itu si lumpur itu berebut saling membunuh
Tuanku liat itu si lumpur itu saling memaki,
Tuanku liat itu si lumpur itu menjalankan laranganmu menjauhi perintahmu
Tuanku jika memang kau tak mengampuniku
Biarkan aku menjadi tak tampak oleh si lumpur
Biarkan aku meresap ke dalam darahnya .. dekat dengan nadi dan jantungnya
Ijinkan ijinkan aku berbaur dalam hatinya
Jadi tak mau aku sendiri di kawah itu sendiri
Tuanku kau akan liatt silumpurr itu akan mejadi pemujaku
dan tuanku aku tak mendendamu,, tak berani aku,
Tak sanggup aku menahan cemburu ini pada dia si kelam menjijikkan si lumpur itu
Tuanku biarkan aku kekal sampai nanti akhir tiba
Tuanku ya tuanku matikan aku dan biarkan nanti jika dirimu mau ...
Ijinkan aku bersujud sekali lagi dibawah kuasamu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar